Ayat-ayat yang Mengupas Tentang Bebalnya Orang Dungu



Tiap malam kalau pas shalat tarawih sendiri jelang sahur, saya selalu ketemu ayat ini. Al Baqoroh 18. Di rekaat ke 4 atau kelima.

Bolehlah kita sebut sebagai ayat kedunguan. Hipokrisi atau kemunafikan. Ciri orang-orang yang hatinya  menutup diri dari kebenaran.

Biarpun telah dijelaskan panjang lebar tetaplah dungu.

Mereka itu mengidap penyakit TBB.  Tuli. Bisu. Buta.

Orang yang terjangkit TBB ini saat mendengar atau diberi keterangan kebenaran, diilustrasikan Qur'an seperti berada di tengah kegelapan. Pada saat demikian, datanglah cahaya kebenaran.

Namun, kebenaran itu mereka anggap seperti kilat petir yang akan menyambar. Karena itu mereka tutup telinga mereka. Takut mati tersambar petir.

Hla takut tersambar petir kok menutup telinga. Betapa dungunya itu ... 🤣

Penegasan TBB  itu diulang lagi di al Baqoroh 171. Untuk menjelaskan tentang kekafiran: ketertutupan hati atas kebenaran.

Sebetulnya diantara mereka ada yang akhirnya menerima kebenaran. Lalu berserah diri.

Namun, jenis yang dungu akut stadium TBB, tidak akan pernah kembali kepada kebenaran. Fahum laa yarji'uun.

Jangan heran kalau penderita TBB ini tidak akan pernah mau menerima penjesalan sejernih dan selogis apa pun. Mereka tetap angkuh di dalam kedunguan. #AAnote

loading...


Posting Komentar

0 Komentar