Bakal Dizalimi, UAS Dibela UIN Suska dan Berangkat ke Sudan



Kabar mengenai pemberhentian Ustaz Abdul Somad (UAS) dalam beberapa hari ini santer dibicarakan di kalangan kampus Universitas Islam Negeri (UIN) Sultan Syarif Kasim (Suska).

 Ini juga diperkuat dengan beredarnya surat dari KSNA (Komisi Aparatur Sipil Negara) yang diduga akan memberhentikan dai sejuta viewer itu.

Salah satu sumber dari UIN Suska Riau menjelaskan dalam sepekan terakhir menyeruak kabar pihak rektorat memberhentikan atau memutasi da'i sejuta viewer itu ke tempat yang jauh.

"Iya wacana memberhentikan UAS itu memang ada dari pihak rektorat. Ini sudah menjadi pembicaraan yang ramai di kampus," kata sumber yang meminta identitasnya tidak disebutkan Selasa (7/5/2019).

Menurutnya, UAS sudah mengetahui bahwa dirinya bakal mendapat perlakuan tidak adil dari pemerintah. Hal tersebut menguak setelah Ustad Bachtiar Nasir terus menerus diperiksa pihak kepolisian terkait kasus yang kental dengan aroma politisasi.


Pascavideo viral saat berjumpa dengan Capres Prabowo, Ustaz Abdul Somad (UAS) tidak pernah lagi mengajar di Universitas Islam Negeri (UIN) Sultan Syarif Kasim (Suska) Riau. Terkait tidak mengajarnya lagi pendakwah jebolan S2 Maroko ini, pihak rektorat UIN Suska angkat bicara.

Rektor UIN Suska Prof Akhmad Mujahidin menjelaskan bahwa sudah lama UAS mengajukan cuti. Dai sejuta viewer ini menyatakan bahwa UAS ingin melanjutkan studi S3 di luar negeri.

"Saat bertemu Pak Prabowo yang videonya viral itu, memang dia sudah cuti. Dia sudah tidak mengajar sejak jauh-jauh hari," ucap Prof Akhmad Mujahidin Kamis (8/5/2019).


Dia menjelaskan berdasarkan surat pengajuan cuti ke rektorat, ustaz jebolan S1 Kairo ini mengajukan cuti mengajar pada 3 Juli 2018. Kemudian pada Agustus 2018 rektorat mengeluarkan izin cuti untuk dai kondang itu. "UAS mengajukan melanjutkan studi S3 di Sudan," ucapnya.


Di Sudan, UAS akan menimba ilmu doktor di Omdurman Islamic University (OIU) dengan program Kosentrasi Al Suhnah wa Ulumul Hadist. "Dia mengikuti program belajar selama 6 semester. Setelah meraih gelar doktornya dia akan kembali lagi ke UIN Suska," ucapnya.

Pihak UIN menegaskan akan mendorong tenaga pengajar untuk bisa melanjutkan studinya, termasuk UAS."Kita tentu mendukung dia raih gelar doktor, setelah itu dia bisa jadi profesor," imbuhnya.

UAS merupakan dosen ilmu hadis di Fakultas Ushuluddin UIN Suska Riau. Pria kelahiran Asahan, Sumatera Utara ini bertatus PNS. Sempat beredar ada surat pemecatan diri UAS dikarenakan video viral itu. Belakangan pihak rektorat UIN Suska menepisnya

Adalah Yayasan Tafaqquh Study Club Pekanbaru yang menanggung semua biaya UAS selama meraih gelar doktor di Sudan itu. Yayasan yang beralamat di Jalan Duyung Kecamatan Marpoyan Damai juga sering memberi beasiswa orang yang hafis Alquran.

"UAS mengambil Program Kosentrasi Al Suhnah wa Ulumul Hadist selama enam semester. Pihak Yayasan Tafaqquh Study Club Pekanbaru sudah membuat surat pernyataan menanggung biaya UAS selama mengambil gelar doktor di Sudan itu," ucap Rektor UIN Suska Prof Akhmad Mujahidin Rabu (8/5/2019).



loading...


Posting Komentar

0 Komentar