Bela Palestina, Indonesia Dikecam AS dan Terancam Dibom Nuklir Israel!



Usaha Indonesia mengembalikan kedaulatan Palestina yang selama ini dijajah Israel menemui jalan buntu. Selain dikecam Amerika, Indonesia juga diancam Israel dengan bom nuklir.

Sebelumnya, Menteri Luar Negeri Retno Lestari Priansari Marsudi mengajak dunia internasional untuk mendukung penghentian pembangunan permukiman ilegal milik Israel di Palestina dalam pertemuan itu.

Retno menjelaskan, permukiman ilegal Israel di kawasan Palestina itu terus bertambah jumlahnya. Pada 1993, jumlahnya sekitar 110 ribu. Pada 2017, jumlahnya menjadi 620 ribu. Ini menghalangi perdamaian Palestina-Israel. Pembangunan permukiman ilegal Israel itu dinyatakan Retno sebagai sumber berbagai pelanggaran hukum dan hak asasi manusia terhadap rakyat Palestina.

"Terus berlangsungnya pembangunan permukiman ilegal oleh Israel di wilayah pendudukan Palestina tidak dapat diterima," kata Retno di hadapan anggota Dewan Keamanan PBB di Markas Besar PBB, New York, Amerika Serikat, seperti dikutip dari Detik.com.

Tetapi, pertemuan yang dipimpin Retno ini dikecam oleh Utusan Presiden Amerika Serikat Donald Trump untuk Timur Tengah, Jason Greenblatt. Greenblatt menganggap Dewan Keamanan PBB karena 'mengulangi pembicaraan yang melelahkan" dengan mengkritik permukiman Israel.

Utusan Presiden Amerika Serikat Donald Trump untuk Timur Tengah, Jason Greenblatt, mengecam pertemuan Dewan Keamanan (DK) PBB soal permukiman ilegal Israel yang dipimpin oleh Indonesia. Kementerian Luar Negeri (Kemlu) RI menegaskan kembali tujuan pertemuan itu.

"Pelaksanaan pertemuan mengenai Palestina adalah bentuk dukungan Indonesia sebagai anggota DK PBB untuk perjuangan Palestina," kata Juru Bicara Kemlu, Arrmanatha Nasir, saat dihubungi, Jumat (10/5/2019).

Pertemuan DK PBB yang dikecam utusan Trump merupakan forum pertemuan informal dalam format Arria Formula dengan tema 'Permukiman dan Pemukim Ilegal Israel: Inti dari Pendudukan, Krisis, Perlindungan, dan Penghalang terhadap Perdamaian'. Forum yang digelar pada Kamis (9/5) waktu setempat itu diselenggarakan Indonesia, Kuwait, dan Afrika Selatan.

"Setiap pelaksanaan pertemuan Arria Formula perlu mendapatkan persetujuan dan dukungan anggota DK PBB, termasuk isu yang akan dibahas. Yang disampaikan AS pada pertemuan kemarin adalah posisi yang selama ini dipegang terkait isu Palestina dan dukungannya kepada Israel," ungkapnya.


Sementara itu, Perdana Menteri Israel, Benjamin Netanyahu, pernah mengancam menggunakan senjata nuklir untuk menyapu bersih musuh-musuhnya.

Ancaman Netanyahu itu disampaikan dalam sebuah pidato di depan para pemimpin Partai Likud, tempat Netanyahu bernaung, sekaligus sebagai peringatan keras Israel terhadap para musuhnya.

"Mereka yang mengancam kita berarti menempatkan diri pada posisi berbahaya. Mereka tidak bakal bisa mewujudkan tujuannya," katanya di Kota Dimona, lokasi reaktor nuklir Isarel seperti Perdana Menteri Israel, Benjamin Netanyahu seperti dilansir dari Tempo.co.

Dan jika Indonesia terus meneriakkan dukungan terhadap Palestina melalui DK PBB, bukan tidak mungkin Israel memasukkan Indonesia ke dalam daftar musuh yang harus dimusnahkan.



loading...


Posting Komentar

0 Komentar