Pak Menteri : Harga Bawang Putih Rp19000/kg... Setelah Dicek Masih Rp40ribuan



Sebuah kebohongan akan selalu diikuti oleh kebohongan lain. Adagium tersebut terbukti nyata. Dan di Indonesia, malah dimodifikasi menjadi : Kebohongan pemimpin harus ditutupi oleh kebohongan anak buah.

Seperti halnya pernyataan Menteri Pertanian, Andi Amran Sulaiman yang mengatakan bahwa dirinya menemukan harga bawang putih di Jawa Timur sudah turun hingga Rp 19.000/kg.

Hal tersebut ia sampaikan pada saat menggelar acara Silaturahmi dan Buka Puasa Bersama Keluarga Besar Kementerian Pertanian di Jakarta, Senin (27/5/2019).

Namun benarkah demikian?

Berdasarkan pantauan Tim Riset CNBC Indonesia melalui laman resmi Pusat Informasi Harga Pangan Strategis (PIHPS) Nasional, harga rata-rata nasional bawang putih masih berada di level Rp 40.600/kg.

Meskipun demikian, sebenarnya secara nasional, harga bawang putih masih berada dalam tren penurunan. Dalam sepekan, harga bawang putih sudah turun sebesar 9,3%.

Namun kasus yang berbeda ditemukan di provinsi Jawa Timur. Harga bawang putih di provinsi Jawa Timur sudah mengalami tren kenaikan sejak awal Februari.

Lalu mencapai puncaknya di tanggal 3 Mei 2019, yang sebesar Rp 56.500/kg. Setelah itu, karena adanya pasokan bawang putih impor yang membanjiri pasar, harga mulai turun dengan cepat.

Namun penurunan harga bawang putih di Jawa Timur terhenti di posisi Rp 28.500/kg, yang terjadi pada tanggal 22-23 Mei 2019, atau pekan lalu. Setelahnya, haraga bawang putih kembali merangkak naik.

Bahkan tidak ditemukan bawang putih seharga Rp 19.000/kg di berbagai pasar tradisional di Jawa Timur.

Sepanjang 2-28 Mei 2019, harga bawang putih paling murah di Jawa Timur ada di Pasar Kreyongan, Kabupaten Jember, yaitu sebesar Ro 24.000/kg pada tanggal 28 Mei 2019.

Pada waktu yang bersamaan, bawang putih paling mahal ditemukan di Kota Surabaya, tepatnya di Pasar Tambah Rejo dan Pasar Wonokromo, yakni mencapai Rp 40.000/kg.



Sebagai informasi, harga yang tertera di PIHPS Nasional merupakan hasil survei yang dilakukan oleh Bank Indonesia (BI) secara harian. Survei dilakukan di berbagai pasar tradisional dengan mengambil responden dua pedagang untuk setiap komoditas.

Kementerian Perdagangan (Kemendag) sejauh ini telah menerbitkan izin impor bawang putih sebanyak 157 ribu ton, tepatnya 156.955 ton kepada 15 perusahaan importir swasta.

Hal ini disampaikan oleh Direktur Jenderal Perdagangan Luar Negeri Kemendag Oke Nurwan. Dia menambahkan, realisasi impor yang dilakukan belum mencapai setengahnya.

"Dari jumlah itu, realisasi impor bawang putih hingga 23 Mei kemarin sebesar 69.275 ton," kata Oke di kantornya, Senin (27/5/2019).



loading...


Posting Komentar

0 Komentar