Menyedihkan! Komnas HAM : Ada 70 Orang Hilang dan 52 Anak Ditangkap dI Aksi 22 Mei!



Buntut dari penangangan massa aksi 22 Mei 2019 ternyata sangat menyedihkan. Rezim Jokowi tak jauh beda dengan orde baru yang membungkam suara lantang meneriakkan demokrasi.

Fakta mengejutkan dipaparkan anggota Komnas HAM Amiruddin Al Rahab. Ia mengatakan ada dugaan pelanggaran dalam penangkapan dan penganiayaan anak saat kerusuhan itu terjadi.

 "KPAI sudah melihat anak itu ke balai rehabilitas anak Handayani. Kami juga sedang menelusurinya," kata Amiruddin, Sabtu, 1 Juni 2019.

Balai Rehabilitasi Sosial Anak yang Memerlukan Perlindungan Khusus (BRSAMPK) Handayani menerima titipan 52 anak yang ditangkap karena diduga terlibat aksi 22 Mei. Mereka saat ini masih menjalani assessment di Balai Rehabilitasi Handayani.

Amiruddin menuturkan lembaganya mendalami dugaan adanya pelanggaran HAM dalam penangkapan massa yang terlibat dalam aksi 22 Mei lalu.

 Selain itu, Komnas HAM juga menelusuri penyebab banyaknya remaja yang ditangkap polisi dalam unjuk rasa yang berakhir rusuh tersebut.

Pada saat kejadian anak-anak terlibat Aksi 22 Mei karena di lokasi kerusuhan ada yang memberikan batu. Sehingga mereka ikut melempar batu ke arah petugas yang berjaga.

Menurut dia, tidak semua yang ditangkap polisi adalah pelaku yang melemparkan batu atau melawan petugas. Sebagian dari mereka adalah saksi dan korban yang juga ada di lokasi saat kejadian.

"Polisi memang menangkap saja seluruh yang ada di sana. Makanya kami mengassessment untuk mengklasifikasi mereka," ujarnya.

Hasil assessment dari Balai Handayani nantinya akan diberikan kepada polisi untuk bahan mereka mengklasifikasi anak yang ditangkap.

"Yang menentukan anak itu korban, saksi atau pelaku polisi dari hasil assessment yang nanti kami berikan."

Selain itu, Komnas HAM juga telah menerima laporan adanya 70 orang yang hilang dalam aksi 22 Mei tersebut. Laporan 70 orang itu berasal dari Tim Advokasi Korban 21-22 Mei 2019.

"Kami juga masih mencoba menelusuri apakah 70 orang yang dilaporkan hilang termasuk anak-anak yang sekarang dititipkan di Panti Rehabilitasi Handayani," ujarnya.



loading...


Posting Komentar

0 Komentar