Nggak Sanggup Beli Tiket Pesawat, Relawan Jokowi Ngamuk, Provokasi Warga dengan Tagar Pecat Menhub



Akibat melambungnya harga tiket pesawat komersil banyak masyarakat Indonesia khususnya dari wilayah timur mengurungkan niatnya untuk berkumpul ditanah kelahirannya bersama keluarga dan sanak family disaat idul fitri tahun 2019.

“Gara-gara tiket pesawat mahal, saya gak bisa pulang ke kampung halaman, ya mending buat tambahan bayar kuliah aja dulu uangnya, kita lebaran aja sama kawan-kawan yang senasib” ujar Asrul Mahasiswa PTS Jakarta, asal Sulawesi Tenggara ini di Jakarta Kamis (30/5/2019).

Lebih lanjut ia mengatakan, tahun 2018 biasanya ia pulang ke Kota kelahirannya Kendari hanya 800-900 ribu. Namun sekarang sejak Januari yang lalu ia tidak pernah pulang ke kampung halamannya dikarenakan harga tiket sekarang sudah mencapai 2 jutaan.

Sementara itu di tempat yang berbeda, Sekretaris Jenderal Komite Rakyat Nasional (KORNAS) – Jokowi, Akhrom Saleh yang menyampaikan, bahwa kegagalan Menteri Perhubungan, Budi Karya yang tidak berhasil menekan harga tiket berbuntut panjang.

Sebab diketahui kata Akhrom, masyarakat sudah banyak yang menjerit, khususnya kampung halamannya di wilayah timur.

 “Ya kasihan ya masyarakat yang membutuhkan transportasi udara gak bisa kaya dulu naik pesawat, apalagi saudara-saudara kita yang keluarganya di wilayah Timur sana,” ujar Akhrom saat dimintai tanggapannya di Jakarta, Kamis (30/5/2019).

 Sambugnya, “Saya kira Budi Karya Samudi patut di evaluasi kinerjanya, perintah presiden Jokowi untuk menekan dan menurunkan harga tiket gak bisa BKS jalankan dengan baik, malah cuma bisa menekan Batas Tarif Atas,” tutur Akhrom.

Lebih lanjut ia menyampaikan, batas tarif atas bukanlah solusi, melainkan cuma bersifat menekan saja. Oleh karenanya tambah Akhrom wajar masyarakat mengajak gerakan tanda pagar Pecat Budi Karya.

“Ya jujur aja, kami juga menganjurkan kepada masyarakat untuk bersama-sama buat tagar #PecatBudiKarya, karena Kementerian Perhubungan ini kan termasuk mengurusi regulasi pelayan publik, artinya sebagai Menteri BKS gagal memberikan pelayan terbaik kepada publik,” pungkasnya.




loading...


Posting Komentar

0 Komentar