Hasil Investigasi : Senjata Nonorganik Polisi Membunuh Harus Al Rasyid



Markas Besar Polri merilis hasil perkembangan penyelidikan terhadap kerusuhan 21 dan 22 Mei di Jakarta beberapa waktu yang lalu.

Dari hasil penyelidikan yang dilakukan oleh Direktorat Reserse Kriminal Umum Polda Metro Jaya, aparat berhasil mengidentifikasi ciri-ciri penembak Harun Al Rasyid.

“Jadi tinggi pelaku hampir 175 cm ke atas, kecil badannya, rambut lurus, muka agak hitam, ya ini ciri-ciri berdasarkan saksi yang sudah diperiksa,” kata Direskrimum Polda Metro Jaya Kombes Suyudi saat rilis di Mabes Polri, Jakarta, Jumat (5/7).

Dari hasil autoposi terhadap jenazah Harun, sambung Suyudi, ditemukan proyektil peluru, dimana proyektil tersebut telah dilakukan uji balistik, hasilnya diketahui peluru yang bersarang ditubuh Harun adalah kaliber 9x17 mm.


“Ditemukan proyektil peluru, 9x17 mm atau 0,380 automatic yang diduga ini adalah senjata nonorganik Polri,” jelas Suyudi.

Dari hasil analisa 22 CCTV di sekitar lokasi yakni di sekitar jembatan atau fly over Slipi yang mengarah ke Tanah Abang, pria yang diduga berambut lurus agak gondrong itu berada di sisi kanan depan masa aksi.

Sementara posisi personel kepolisian yang melakukan pengamanan massa saat Aksi 22 Mei berada di depan dengan jarak sekitar 100 meter.

“Dimana sisi kanan itu merupakan ruko-ruko, tembakannya miring. Jaraknya hanya 11 meter pelaku diduga menembak dengan tangan kiri muka ditutupi oleh sebo,” jelas Suyudi.


Harun Al Rasyid (15) warga RT 09 RW 10, Duri Kepa, Kebon Jeruk, Jakarta Barat meninggal dunia setelah kericuhan 22 Mei di Jembatan Slipi Jaya, Slipi, Jakarta Barat, Rabu (22/5) malam.

Harun, sempat dilarikan ke Rumah Sakit Dharmais namun nyawanya tak tertolong.



loading...


Posting Komentar

0 Komentar