Keceplosan! PKB : Buzzer 01 Sudah Dibubarkan, Tolong Buzzer 02 Juga!



Baru menonton rekaman ILC tadi malam. Saya tertawa renyah pagi ini ketika menonton sesi Lukman Edi (PKB) yang meminta 02 membubarkan buzzer-buzzernya.  Katanya kalau 01 sudah membubarkan para buzzernya.

Jadi selama ini 01 pakai buzzer ya? Hehehe pantas kalau begitu semua narasinya terskenario. Saya ingin tanya kepada semua teman-teman di FB, apakah Bapak/Ibu/Mbak/Mas yang getol banget bersuara di medsos adalah buzzer yg dibayar oleh Pak Prabowo dan Bang Sandi??

Silakan  dicek satu per satu akun2 pendukung Prabowo Sandi di 3 platform medsos: IG, FB, dan Twitter utk memastikan apakah mereka itu buzzer ataukah warganet yang betul-betul sedang menyuarakan aspirasinya.

Secara sederhana mudah kok membedakan mana yg paid buzzer, dan mana yang warganet. Para buzzer itu semua narasinya terskenario alias settingan. Sementara warganet itu bebas saja bersuara sesuai dengan keinginannya meskipun isu/topik yg dibahas sama. Bung Lukman harusnya Anda bisa membedakan itu, kan sudah berpengalaman menggunakan ribuan buzzer... hehehe...

Dan kalau betul Prabowo Sandi menggunakan buzzer apa sanggup membayar jutaaan orang yg bersuara di medsos? Berapa anggaran yg harus dikeluarkan? Berpikirlah dengan logis Bung...

Politikus PKB ini juga meminta pendukung 02 berhenti membangun narasi kecurangan, MK yg berpihak, soal ekonomi, masalah sosial dll. Jangan pernah menganggap rakyat itu bodoh dan harus menerima dan percaya begitu saja  terhadap semua kebenaran yg diciptakan penguasa. Publik semakin cerdas, narasi apa pun yg disampaikan penguasa, publik akan langsung mengeceknya dengan kondisi sebenarnya/ realitasnya.

Terkait loyalitas dan semangat para pendukung 02 tidak perlu diragukan. Meski akun-akunnya diberangus, dibatasi aksesnya, algoritmanya diacak-acak, konten dibatasi dan dimonitor oleh pihak ketiga. Apakah hal tersebut menyurutkan semangat pendukung 02? Yg saya tahu sih, pendukung 02 malah semakin bandel hehehe...

Sudahlah, upaya apa pun yg dilakukan tidak akan pernah bisa membungkam suara publik. Untuk mengendalikan suara publik itu simple sebenarnya, kembalikan hak rakyat, dan hargai suara rakyat, dan biarkan Pak Prabowo dan Bang Sandi memimpin, maka publik akan tenang dan masalah selesai.
Legalitas tanpa legitimasi itu berat...sangat berat.

loading...


Posting Komentar

0 Komentar