21.000 Korban Gempa NTB Jatuh Miskin, Bantuan Modal Cair 2020 Nanti



Sebanyak 21 ribu jiwa korban gempa NTB jatuh miskin. Masyarakat yang jatuh miskin ini tersebar di tujuh kabupaten/kota terdampak bencana gempa bumi tahun 2018 lalu.

Kepala Dinas Sosial (Disos) NTB, Dra. T. Wismaningsih Djadjadiah yang dikonfirmasi Suara NTB, Senin, 26 Agustus 2019 siang menjelaskan tentang masyarakat korban gempa yang jatuh miskin ini. Mereka adalah masyarakat miskin yang tidak terdata sebelum gempa.

Dalam pendataan sebelum gempa, misalnya. Ada satu rumah yang terdata satu Kepala Keluarga (KK) miskin. Ternyata dalam satu rumah dihuni oleh bebarapa KK miskin.

“Jadi ada (masyarakat miskin) yang belum terdata. Misalnya satu KK terdata kepala keluarga saja. Ternyata dalam rumah tangga itu, ada beberapa KK. Nah itu sekarang hasil verifikasi dan validasi,” terang Wismaningsih.

Ditanya sebaran 21 ribu korban gempa yang jatuh miskin tersebut, Wismaningsih mengatakan datanya berada di kabupaten/kota. Ia mengaku belum melihat data detailnya. “Karena data ini ada di kabupaten/kota,” jelasnya.

Puluhan ribu korban gempa yang jatuh miskin ini, kata Wismaningsih akan diintervensi dengan memberikan bantuan permodalan. Pemprov NTB akan memberikan bantuan permodalan kepada warga korban gempa tersebut lewat bantuan Kelompok Usaha Bersama (KUBe).

Program ini akan mulai dilakukan 2020 mendatang. Setiap kelompok nantinya akan diberikan bantuan KUBe sekitar Rp10 – 20 juta per kelompok. Bantuan permodalan ini dapat dimanfaatkan untuk usaha bakulan dan usaha lainnya sesuai kebutuhan masyarakat.


“Mereka hampir rata-rata sudah bekerja mandiri. Pelaksanaan fungsi keluarga sudah bisa berjalan. Artinya, fungsi keluarga dalam memenuhi kebutuhan dasar sudah berjalan. Melindungi anak dan keluarga sudah bisa walaupun masih tinggal di huntara,” terangnya.

Diketahui, tujuh kabupaten/kota terdampak bencana gempa bumi beruntun yang meluluhlantakkan NTB 2018 lalu. Yakni, Lombok Utara, Lombok Barat, Kota Mataram, Lombok Tengah, Lombok Timur, Sumbawa Barat dan Sumbawa.

Ratusan ribu rumah warga rusak berat, rusak sedang dan rusak ringan. Selain itu, bencana tersebut juga menyebabkan ratusan korban meninggal dunia.


Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas) memprediksi angka kemiskinan akan meningkat. (nas)



loading...


Posting Komentar

0 Komentar