Haters Anies Ini Menghina Ulama NU, Banser Harus Bersikap



Haters Anies Baswedan yang juga pendukung Jokowi, Faizal Assegaf blunder. Disebuah postingan di twitter, Faizal menghina ulama NU, Gus Mus.

Ulama muda Nahdlatul Ulama Nadirsyah Hosen meradang dengan tingkah mantan aktivis 98 Faizal Assegaf.

Guru besar di Monash University Australia Prof Nadirsyah Hosen anggap Faizal Assegaf  hina KH Mustofa Bisri (Gus Mus), ulama senior Nahdlatul Ulama (NU).

Pria yang akrab disapa Gus Nadirs itu meminta umat NU tidak terpancing dengan pernyataan Faizal.


Lewat akun twitternya @Na_dirs pada Kamis (15/8/2019) membalas cuitan Faizal Assegaf yang dianggap telah menghina Gus Mus.

Di twitternya @FaizalAssegaf menyebut jika Gus Mus sosok yang pintar bermain kata-kata.

“Di mata saya, pak @gusmusgusmu tidak lebih serupa dengn pak @aniesbaswedan yang jago bermain kata-kata,” kata Faizal.

Seperti diketahui, Faizal Assegaf salah satu aktivis yang mendukung Joko Widodo atau Jokowi pada Pilpres 2019 lalu.

Sindiran Faizal Assegaf ini terkait dengan dukungan Gus Mus kepada Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti.

“Sejak kapan Gus Mus memahami persoalan riil yang terjadi di sektor kelautan & perikanan? Wong, baca laporan BPK & Kementrian Keuangan aja ga, terus nekat memuja Susi setinggi langit,” lanjut Faizal.

Terkait hal tersebut Nadirsyah Hosen pun angkat bicara.

Ia menyebut jika Faizal tidak punya adab terhadap ulama.

“Mohon para santri NU dan banser untuk tidak terpancing dengan omongan orang yang gak punya adab sama kiai sepuh,” balas Nadirs.

Nadirsyah Hosen justru mengajak para santri untuk mendoakan Faizal agar mendapatkan hidayah.


“Malam Jumat nanti selipkan doa utk orang ini agar Allah melembutkan lisannya, membersihkan hatinya dan mengaruniai rejeki untuknya,” kata Nadirs.


Titip Pesan Gus Mus Kepada Jokowi

Diberitakan Kompas.com sebelumnya Gus Mus menitipkan pesan khusus untuk Presiden Joko Widodo (Jokowi) di hari ulang tahunnya yang ke-75 tahun.


Di acara yang digelar di Semarang, (15/8/2019) itu secara khusus, Susi turut membacakan satu puisi dalam forum "Persembahan Sahabat dan Santri untuk Kiaiku" tersebut.

Sebelum Susi membaca puisi, Gus Mus mengundang menteri nyentrik itu naik ke atas panggung untuk bersama-sama memotong tumpeng.

Susi yang malam itu mengenakan baju merah itu pun dipanggil.

Pada saat Susi berjalan ke panggung, Gus Mus memuji perempuan asal Pangandaran Jawa Barat tersebut.



loading...


Posting Komentar

0 Komentar