Jika UAS Dipenjara, Maka Banyak Pendeta yang Juga Harus Dipenjara



Video Ustadz Abdul Somad beberapa tahun lalu terlambat viral. Beliau menjawab pertanyaan tentang salib.

Jawaban beliau membuat membakar amarah saudara-saudara Kristiani. Kemudian kembali di kipas oleh makhluk sejenis Permadi Arya dan politikus kutu loncat.

Tidak ada yang salah pada jawaban Ustadz Abdul Somad pada pengajian tertutup tersebut. Justru jika dia mengakui keabsahan salib, maka dia sudah terbilang murtad.

Yang mengaku sebagai umat Islam sudah pasti mengerti. Kecuali tentunya makhluk sejenis Permadi Arya.

Seperti juga saat ada pendeta yang tidak percaya akan kenabian Muhammad. Dan menyebut Islam sebagai agama yang aneh dan salah. Itu wajar jika disebutkan dalam khutbahnya di gereja.

Menjadi tidak wajar jika seorang pendeta mengakui kenabian dan kebenaran risalah yang dibawa Nabi Muhammad, tetapi masih seorang Kristen. Dapat dipastikan ia seorang munafik tulen.

Di dalam Kristen dikenal konsep trinitas. Apakah umat Islam kemudian dilarang melantunkan Surat Al Ikhlas yang bertolak belakang dengan konsep trinitas?

Setelah digoreng sedemikian rupa, akhirnya ada sekelompok manusia yang katanya melaporkan Ustadz Abdul Somad ke polisi.

Seandainya laporan itu diterima, diproses, apalagi sampai menjebloskan UAS ke penjara layaknya kasus Ahok, maka banyak pendeta yang juga harus dipenjarakan.

Anda bisa mengetik di google, video pendeta menghina Islam. Akan muncul beberapa nama pendeta yang menghina Islam saat khutbah di gereja.

Tapi itu semua tidak perlu. Ustadz Abdul Somad pasti sudah memaafkan orang yang memakinya saat viral video tentang salib tersebut.

Dan umat Islam juga tidak mempermasalahkan khutbah pendeta di gereja yang menyinggung Islam. Itulah makna toleransi sebenarnya. Semua masih dalam relnya masing-masing. Masih dalam kajian tertutup.

Yang harus dipermasalahkan adalah, siapa yang menyebarkan video jadul tersebut? Karena niatnya sangat jelas ingin menghancurkan kerukunan umat beragama di Indonesia.

loading...


Posting Komentar

0 Komentar