Kampus Swasta di Medan Lawan Kebijakan Menteri, "Kami Tolak Rektor Asing!"



Wakil Rektor I Institut Teknologi Medan (ITM), Dr Hermansyah Alam MM, menolak dan mengkritik wacana impor rektor asing yang digulirkan Menristekdikti, M Nasir. Hal ini dikatakannya saat ditemui dikantornya Kamus Institut Teknologi Medan (ITM), Jalan Gedung Arca Medan,  Jumat (9/8/2019).

Kemenristekdikti merencanakan pada Tahun 2020 sudah ada Perguruan Tinggi Negeri (PTN) yang dipimpin rektor terbaik luar negeri dan Tahun 2024 jumlahnya akan ditambah menjadi lima PTN.

Justru WR I ITM ini mempertanyakan wacana Menristekdikti. Dia melihat munculnya wacana ini bukan karena ketidakmampuan  rektornya tapi kemungkinan karena adanya kelemahan di Perguruan Tinggi itu sendiri.

"Kalau saya pribadi menolak wacana ini", ujar WR I ini yang baru mendapatkan gelar Profesornya dari luar negeri.

Kalau dari segi kemampuan, kata Herman  rektor PTN kita tidak kalah dan sudah teruji. Apa lagi dalam hal seleksi penjaringan rektor sangat selektif baik dari segi leadership, managemen maupun  psikologinya.

Herman menduga kemungkinan Menristekdikti sedang melakukan uji coba sehingga bidang keilmuan Perguruan Tinggi dari luar negeri bisa berpindah ke PTN di negara kita.

Dia menilai wacana impor rektor belum bisa diterapkan di Indonesia tapi kalau untuk impor dosen bisa saja dengan tujuan untuk saling bertukar informasi. Hanya persentasenya jangan terlalu tinggi, sebutnya.

Alasan lainnya, menurut Herman kemungkinan  selama mengemban jabatannya sebagai Menristekdikti, beliau belum melihat perkembangan yang signifikan, minimal kearah produk unggul.

Jika PTN kita bisa menghasilkan produk unggul di tingkat dunia maka grade (rating) Perguruan Tinggi itu akan naik dan wacana impor rektor yang menjadi polemik ini tidak akan mencuat, ujarnya.(dra/mk)



loading...


Posting Komentar

0 Komentar